8 Model Pagar Tembok Rumah Minimalis Masa Kini

Posted on

Tahukah Anda bahwa, selain berperan penting dari segi keamanan dan kenyamanan dari sang pemilik rumah, sebenarnya fungsi dari pagar tembok rumah lebih dari itu, lho. Iya, salah satunya berupa menambah estetika dan keindahan dari penampilan rumah karena dapat berpengaruh pada tampilan eksterior sebuah bagunan. Anda tentu sering melihat berbagai rumah yang menerapkan berbagai gaya yang dilengkapi dengan model pagar tembok cantik yang eye-catching, bukan? Misalnya dengan membangun pagar yang mengelilingi seluruh halaman rumah dengan aksen-aksen tertentu yang memberikan kesan sesuai dengan gaya rumah yang diterapkan. Salah satu model yang mungkin sering Anda lihat adalah rumah bergaya minimalis yang dikombinasikan dengan model pagar tembok rumah minimalis menggunakan besi dan batu hias untuk mempercantik tampilannya. Nah, kira-kira untuk membangun kombinasi yang tepat antara model pagar yang dipilih dengan gaya rumah yang diterapkan, hal apa saja, sih, yang menjadi pertimbangan sang pemilik rumah?

Merencanakan Pagar Tembok Sesuai Kriteria

Berdasarkan trend yang berkembang pada tahun 2016 ini, salah satu model pagar tembok yang paling diminati adalah model pagar tembok rumah minimalis yang menonjolkan model bergaya sederhana, tidak berlebihan, tetapi tetap terlihat elegan menarik. Kelebihan dari pagar tembok minimalis adalah lebih mudah disesuaikan dengan selera dan preferensi dari sang pemilik rumah karena biasanya, model rumah bergaya minimalis menggunakan bentuk garis yang tegas. Nah, berkaitan dengan hal tersebut, akhirnya pemilik rumah pun mempunyai kebebasan yang lebih untuk mengulik model pagar yang paling tepat. Meskipun begitu, bagi Anda yang tidak mempunyai pengetahuan mendasar mengenai pemilihan pagar rumah yang tepat tetapi berkeinginan untuk membuat sketsa sendiri, terdapat beberapa aspek yang harus dijadikan pertimbangan sehingga model pagar yang dipilih pun sesuai, yaitu sebagai berikut:

  • Ukuran Pagar

Aspek pertama yang harus dipertimbangkan adalah ukuran pagar tembok minimalis yang dibutuhkan menyesuaikan dengan ukuran rumah Anda, misalnya tipe 36, tipe 45, ataupun tipe lainnya, sehingga ukuran pagar pun tidak akan terlihat berlebihan, bahkan ‘tidak klik’. Umumnya, rumah minimalis berukuran kecil dengan satu lantai akan cocok dipadukan dengan pagar berketinggian 150 cm hingga 200 cm, sementara untuk rumah minimalis yang setingkat lebih besar, ukuran pagar yang sesuai adalah 200 cm hingga 250 cm agar terlihat menjadi pagar tembok cantik. Tidak perlu khawatir apabila rumah terkesan kaku dengan model pagar minimalis karena dengan penataan dan arsitektur yang tepat, gaya minimalis akan tetap terlihat ‘klik’ dengan berbagai gaya rumah.

  • Desain Rumah

Aspek selanjutnya yang harus selalu diingat adalah: jangan sampai desain rumah minimalis bertabrakan dengan desain pagar tembok yang dipilih. Tentu saja, meskipun terkesan remeh, hal ini akan sangat berpengaruh pada tampilan luar alias eksterior bangunan. Oleh sebab itu, keduanya harus diselaraskan agar saling berharmoni. Misalnya, apabila desain rumah Anda menggunakan motif tertentu, dapat diterapkan untuk dijadikan motif pada pagar dan disulap menjadi pagar tembok minimalis. Hal ini dapat diekslusi apabila Anda menyukai rumah minimalis dengan gaya yang unik, sehingga dapat memadukan dua motif yang kontras, misalnya berupa rumah bergaya mediterania dipadukan dengan pagar bermotif lurus yang kaku.

  • Aspek Keamanan

Sebaiknya, Anda jangan hanya mempertimbangkan estetika ketika memilih model pagar tembok rumah minimalis, tetapi juga dari aspek keamanan. Apabila rumah Anda berada di lingkungan yang cenderung ramai, misalnya di tengah kota, dengan petugas keamanan yang jarang berjaga, akan lebih baik apabila Anda memilih pagar dengan ketinggian di atas 200 cm. Pagar yang tinggi mungkin terkesan kaku, tetapi dengan pemilihan model dan arsitektur yang tepat, tipe rumah dan model pagar pun dapat dikombinasikan dengan baik.

  • Kesesuaian Warna

Setelah memilih ukuran pagar yang tepat, menyesuaikan desainnya dengan gaya rumah, kemudian mempertimbangkan faktor keamanan, hal selanjutnya yang harus Anda pertimbangkan adalah pemilihan warna pagar rumah. Beberapa orang menganggap bahwa pagar tembok rumah merupakan media yang tepat untuk bereksperimen dengan warna-warna. Hm, Anda boleh saja melakukan hal tersebut, tetapi dengan pemilihan warna yang terlalu banyak, justru pagar tembok rumah akan terkesan ‘lebay’, lho. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menyesuaikan pemilihan warna dengan warna dominan dari rumah minimalis Anda.

  • Pemilihan Material Bahan

Eits, ternyata masih ada satu aspek lagi yang harus dipertimbangkan, yaitu terkait dengan material bahan yang digunakan sebagai bahan dasar tempok. Untuk menyulap pagar menjadi pagar tembok cantik, kesesuaian bahan dasar merupakan kunci yang terpenting. Terdapat beberapa bahan yang dapat digunakan, misalnya bahan semen, kayu, besi, maupun kombinasi dari beberapa bahan. Masing-maisng bahan mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing, baik dari segi bentuk, harga, hingga daya tahan akibat terpapar cuaca, sehingga Anda perlu lebih teliti ketika memilih bahan yang digunakan. Untuk bentuk pagarnya, Anda dapat berkonsultasi dengan arsitek yang membangun maupun dengan mencari referensi dari buku-buku arsitektur dan internet.

 

Nah, berikut tadi merupakan beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai menyulap pagar lama Anda menjadi sebuah pagar tembok cantik yang eye-catching, elegan, tetapi tetap terlihat sederhana. Memang, tidak ada yang melarang Anda untuk bereksperimen dengan berbagai model, gaya, maupun style mengenai bentuk pagar yang Anda inginkan. Tetapi, Anda tetap harus memperhatikan segi estetika dan kesesuaian dengan gaya rumah minimalis Anda. Tentu sangat disayangkan apabila model rumah Anda justru bertabrakan dan kontras dengan model pagar tembok rumah minimalis yang dibangun, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *